Bersama Kapolres, Dandim 0813 Bojonegoro Memediasi Dua Warga Desa Di Kecamatan Kanor

BOJONEGORO, –     Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo bersama Kapolres AKBP Wahyu S. Bintoro kunjungi Balai Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (01/12) siang kemarin.

Kunjungan dua pimpinan TNI dan Polri di Bojonegoro tersebut, dalam rangka memediasi masalah antara dua warga Desa di Kecamatan Kanor yaitu Desa Kedung Primpen dan Desa Gedongarum yang berselisih faham sehubungan rencana peninggian tanggul yang berada di kedua Desa tersebut.

Diketahui, bahwa tadi pagi sekira pukul 06.00WIB tanggul Pucang Arum penahan aliran sungai Kali Apur yang melintasi Desa Temu di dua Dusun, yakni Dusun Sreni dan Dusun Semanding telah jebol yang mengakibatkan tergenangnya sawah-sawah yang ada di sekitar aliran sungai Kali Apur.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, akan dilakukan peninggian tanggul Pucang Arum, sehingga kedua warga di Desa tersebut berselisih faham terhadap rencana tersebut.

Dari rencana peninggian tanggul, menurut warga Kedung Primpen yang diuntungkan hanya warga Desa Kedong Arum, sementara warga Desa Kedung Primpen menerima dampaknya.

Seusai dilakukan mediasi yang dipimpin Kapolres, menghasilkan kesepakatan bahwa biaya operasional pembuatan tanggul darurat sepanjang jalan Poros Desa, mulai jembatan Apur sampai dam Peni, dan penutupan jembatan serta normalisasi pengembalian tanggul pasca banjir ditanggung bersama sampai selesai.

Selain itu juga, dengan ditinggikannya tanggul, jika nanti petani Desa Gedong Arum tidak terkena banjir, maka petani Desa Gedong Arum sanggup memberikan kompensasi pada petani Kedung Primpen yang terdampak banjir.

“Hasil mediasi kedua Desa sepakat, jika petani Dasa Gedong Arum tidak terkena banjir, maka sanggup memberikan kompensasi kepada petani Desa Kedung Primpen” ungkap Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Kapolres Bojnegoro berpesan kepada warga kedua Desa, agar setelah dilakukan mediasi apa yang sudah disepakati harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, sehingga dikemudian hari tidak terjadi perselisihan lagi.

“Agar hasil kesepakatan ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo menghimbau agar tanaman padi yang belum terkena dampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo segera untuk dipanen.

“Meski belum waktunya panen, dihimbau warga petani untuk memanen padinya. Padi yang bisa diselamatkan segera di selamatkan” tandasnya.

Situasi berlansung kondusif dan lancar selama mediasi berlangsung hingga pukul 14.30WIB, yang juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kanor. [triss/ADMC 0813]

Subscribe

Terima Kasih Telah Bersinergi Bersama Kami, Ikuti Berita Kodim 0813 Bojonegoro Dengan Follow Artikel dari Web Ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan