Dandim Hadiri Pembukaan Festival HAM Bojonegoro 2016

BOJONEGORO, –     Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo turut serta menghadiri pembukaan Festival HAM 2016 Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (30/11) di Gedung Baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 30 Nopember sampai tanggal 2 Desember 2016 dibuka oleh Sidharto Danusubroto, selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, dan mengambil tema “Merayakan Praktik Pancasila Ditingkat Lokal”.

Hadir pada acara ini 500 peserta yang terdiri dari Jajaran Pemerintah Daerah, Akademisi, Pelajar dari berbagai penjuru Indonesia dan Masyarakat Sipil, juga beberapa tamu undangan dari luar negeri turut hadir diantaranya perwakilan Kota Lund Swedia dan Gwangju Metropolitan City, Korea Selatan.

Festival HAM 2016 diadakan agar menjadi tempat saling bertukar kabar baik tentang praktek-praktek perlindungan HAM itu dilaksanakan. Kabupaten Bojonegoro merupakan contoh nyata bagaimana praktek itu dijalankan. Diantaranya perlindungan kelompok minoritas, toleransi antar umat beragama serta transparansi pengelolaan anggaran.

“Hal ini bisa jadi contoh baik, agar seluruh daerah di Indonesia mulai memuliakan dan melindungi Hak Asasi Manusia. Andai saja 10% kabupaten di Indonesia seperti Bojonegoro, Kulon Progo, Wonosobo, Lampung Timur maka kita akan melihat perubahan yang lebih baik di Indonesia kedepan” demikian dikatakan Sidharto Danusubroto dalam pidatonya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif International NGO Forum On Indonesian Development (INFID) Sugeng Bahagijo, menyampaikan bahwa kebijakan dan praktik ramah HAM akan memberi insentif bagi semua, termasuk elit dan warga negara. Menurutnya, politik yang baik akan dipilih oleh warga yang baik dan pemimpin yang baik akan dipilih warga yang baik. karena warga Indonesia percaya kebaikan akan dibalas oleh kebaikan. Politik SARA yang Sempit dan merusak akan diganti dengan politik kewarganegaraan untuk semua.

“HAM adalah alasan kami hadir dan berkolaborasi menuju kemerdekaan masyarakat Indonesia. Pancasila sendiri adalah janji memenuhi kebutuhan Hak Asasi Manusia” ujarnya.

Bupati Bojonegoro, Suyoto juga menceritakan bagaimana ada Gereja Betani di Bojonegoro yang selama 20 tahun tidak bisa digunakan. Namun ketika ia terpilih menjadi Bupati, Gereja itu bisa kembali bisa digunakan. Hal itu tentunya dengan pendekatan dialog dengan kelompok agama dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami menempuh itu dengan pendekatan dialog dengan masyarakat, tiap jumat pagi kami adakan dialog dengan warga untuk mendengar permasalahannya serta memecahkannya” ungkapnya.

Juga disampaikan oleh Ketua Komnas HAM, Imadadun Rahmat, bahwa dengan diterapkannya Kota/Kabupaten ramah HAM maka akan mempermudah upaya perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia serta pemerintah daerah juga dapat menjadi mitra kerja Komnas HAM.

“Upaya pelindungan dan pemajuan HAM tersebut dapat dilakukan dengan menyusun Peraturan daerah yang berperspektif HAM, pendidikan, serta pelatihan bagi aparat dan masyarakat sipil” kata Imadadun.  

Festival HAM 2016 ini di Kabupaten Bojonegoro ini, diisi dengan berbagai diskusi, Gelar Budaya, Pameran, serta Field Visit ke beberapa tempat di Bojonegoro. [triss/ADMC 0813]

Subscribe

Terima Kasih Telah Bersinergi Bersama Kami, Ikuti Berita Kodim 0813 Bojonegoro Dengan Follow Artikel dari Web Ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan