Danramil 0813-08/Kedungadem Menghadiri Upacara Dan Ikrar Damai Bojonegoro Kampung Pesilat

BOJONEGORO, –     Danramil 0813-08/Kedungadem Kapten Arm Hendera Faizar turut menghadiri Upacara dan penandatanganan Deklarasi dan Ikrar Damai Bojonegoro Kampung Pesilat, di lapangan Desa Tumbrasanom Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (27/8/2017).

Sebanyak 10 perguruan silat terdiri dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti (IKSPI-KS), Ikatan Pencak Silat Nahdhatul Ulama Pagar Nusa (IPSNU-PN), Perguruan Pencak Silat Margoluyu 151, Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (KSNI PD), Perguruan Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD), Perguruan Silat Macan Putih, Ikatan Pencak Silat Singo Barong, Pencak Silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah (PSTS-PM) dan Ikatan Pencak Silat Bunga Islam (IPS BI) ikut dalam penandatanganan ikrar damai, sebagai anggota Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP).

Acara yang sekaligus juga melantik kepengurusan Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) ditingkat Kecamatan Kedungadem tersebut, disaksikan oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro dan Muspika Kecamatan Kedungadem.

Dalam sambutannya saat memimpin upacara tersebut, Kapolres Bojonegoro meminta kepada seluruh anggota perguruan silat untuk kiranya bisa hadir saat kedatangan Kabaharkam Polri ke Bojonegoro. Diharapkan, nantinya bisa menjadi salah satu barometer percontohan Bojonegoro Kampung Pesilat di level Nasional. Menurutnya, secara nasional, hanyalah Kabupaten Bojonegoro yang saat ini telah mendeklarasikan sebagai Bojonegoro Kampung Pesilat.

“Dengan adanya Deklarasi ikrar Bojonegoro Kampung pesilat Kecamatan Kedungadem, diharapkan para pesilat bisa menjadi mitra Kepolisian, mitra Kamtibmas,” ujarnya.

Selain itu, terkait adanya kelompok aliran agama garis keras yang pahamnya bertentangan dengan ideologi Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta ingin mendirikan negara khilafah, Kapolres berharap agar para perguruan silat bisa menjadi Comunity Polising yaitu polisi bagi diri sendiri. Sehingga bisa bekerja sama, bahu membahu untuk menciptakan situasi di Kecamatan Kedungadem yang aman kondusif dan tidak terjadi lagi ada kasus-kasus kriminal yang diperbuat oleh para perguruan silat seperti narkoba, curanmor serta perseteruan antar perguruan silat.

“Mari kita jadikan Kedungadem yang aman dan nyaman. Sehingga, masyarakat Kedungadem merasa bebas untuk melakukan aktifitasnya,” ucap Kapolres berpesan.

Usai pelaksanaan upacara, acara dilanjutkan dengan penampilan jurus dari masing-masing perguruan. Disusul dengan peragaan oleh 75 pesilat gabungan dari 10 perguruan silat Kecamatan Kedungadem. [triss/ADMC 0813]

Subscribe

Terima Kasih Telah Bersinergi Bersama Kami, Ikuti Berita Kodim 0813 Bojonegoro Dengan Follow Artikel dari Web Ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan