Danramil 0813-18/Ngasem Hadiri Pertemuan Pemberdayaan FKDM

BOJONEGORO,-      Danramil 0813-18/Ngasem, Kapten Inf Hartono turut menghadiri Pertemuan Pemberdayaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se- Kabupaten Bojonegoro, Selasa (26/4) di Pendopo Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.

Acara yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Kabupaten Bojonegoro itu, diikuti oleh para Pengurus FKDM Kecamatan Ngasem dan Muspika sebagai upaya mencari solusi, menggali dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Sekaligus juga dalam rangka menampung aspirasi dan persoalan masyarakat.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang bertekad menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energi. Termasuk juga dalam bidang pertanian yang dirasa belum masiUntuk itu, masih diperlukannya suatu perencanaan yang matang.

“Agar cita-cita itu dapat diwujudkan dan dirasakan oleh masyarakat Bojonegoro” demikian diungkapkan salah satu dari peserta pertemuan itu.

Menurutnya, seperti hal nya saat musim panen. Para petani merasakan harga gabah yang anjlok, sehingga merugikan petani. Terlebih menjamurnya pihak ketiga (Tengkulak), yang membeli hasil panen petani juga relatif murah.

“Dengan tidak ditampungnya gabah oleh Bulog tersebut, sehingga para tengkulak bisa mempermainkan harga ditingkat bawah dengan harga murah setiap petani melakukan panen” tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Erwan Effendi, Ketua FKDM Kabupaten Bojonegoro menyampaikan, bahwa gudang akan membeli hasil panen petani tentu harus mempunyai persyaratan, termasuk kadar air dan lainya.

“Sehingga perlu adanya penyiapan sarana, mulai dari BUMDes, KUD serta BUMD tingkat Kabupaten. Sebagai contoh adanya open gabah, jika seluruh Desa di Bojonegoro ini memiliki pengering gabah itu, maka harga jualnya tentu akan meningkat” jelasnya.

Sementara itu disampaikan oleh Camat Ngasem, Machmudin, terkait perlu adanya open atau alat pengering gabah tersebut, pihaknya menyatakan akan membeli alat itu jika ada yang menjualnya.

“Kalau alat itu ada dan harganya dibawah 50 jt, maka setiap Desa akan membelinya” pungkasnya menegaskan.[triss/ADMC 0813]

Subscribe

Terima Kasih Telah Bersinergi Bersama Kami, Ikuti Berita Kodim 0813 Bojonegoro Dengan Follow Artikel dari Web Ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan