Guna Meminimalisir Dampak Bencana, Tiga Pilar Di Bojonegoro Apel Gelar Pasukan

BOJONEGORO, –     Sebagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana, bencana banjir tahunan, tanah longsor dan angin puting beliung yang sering terjadi pada musim penghujan. Kodim 0813 bersama Polres dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, di lapangan Makodim setempat, Kamis (28/12).

Acara yang dipimpin oleh Bupati Bojonegoro Drs. H. Suyoto, M. Si., dihadiri jajaran Forpimda, serta diikuti oleh TNI, Kepolisian, BPBD,  Bakesbang Linmas, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI, Senkom, Orari, Linmas, Tim SAR (Search and Resque), Pramuka Saka Wira Kartika Bojonegoro dan relawan se- Kabupaten Bojonegoro.

Selaku pimpinan apel, Bupati Bojonegoro Drs. H. Suyoto, M. Si., mengatakan bahwa ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam mengantisipasi dan menangani bencana alam, khususnya banjir tahunan yang sering terjadi karena meluapnya sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro ini.

“Dalam mengantisipasi banjir perlu adanya peningkatan informasi dini dari wilayah hulu. Khususnya perkembangan curah hujan, sehingga wilayah hilir dapat meningkatkan kewaspadaan secara dini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Bupati Bojonegoro mengungkapkan bahwa telah melakukan banyak kegiatan, mulai dari sosialisasi, forum pengurangan resiko bencana, pembersihan saluran air dan perbaikan tanggul, dan pemasangan alat deteksi longsor di wilayah yang rawan terjadi longsor. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor ke Kepala Desa atau perangkat desa, jikalau melihat atau merasakan ada tanda-tanda akan terjadinya bencana.

“Kita semua boleh bermandi keringat ataupun darah supaya masyarakat tetap tenang dan nyaman dalam menghadapi setiap bencana alam yang datang. Pemerintah Kabupaten bersama TNI/Polri, BPBD dan seluruh komponen akan siap memberikan bantuan dan pertolongan kepada masyarakat Bojonegoro dalam tanggap darurat bencana alam,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto, S. Sos., mengatakan bahwa dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan bukan sekedar acara seremonial, namun lebih sebagai wujud sinergitas seluruh komponen pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang setiap saat dapat terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Dengan adanya peristiwa bencana alam hendaknya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran, agar kesiapsiagaan terus ditingkatkan. Dengan banyaknya peralatan maupun perlengkapan agar diimbangi dengan kerja keras, disiplin, bertanggungjawab, berdedikasi tinggi. Dan yang terpenting adalah kita selalu siap dan tanggap melayani masyarakat, kalau perlu saat musim hujan dalam 24 jam kita harus siap,” tegasnya.

Dalam apel gelar pasukan ini, sejumlah peralatan pendukung penanggulangan bencana disiapkan, diantaranya perahu karet LCR, mobil pemadam kebakaran, mobil patroli Satpol PP, ambulance PMI dan Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, mobil evakuasi Basarnas dan BPBD, Truk evakuasi dan mobil ambulance dari Kodim 0813 Bojonegoro. [adit/ADMC 0813]

Subscribe

Terima Kasih Telah Bersinergi Bersama Kami, Ikuti Berita Kodim 0813 Bojonegoro Dengan Follow Artikel dari Web Ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan