Tim “Sergab” Mabes TNI-AD Kunjungi Kodim 0813 Bojonegoro

BOJONEGORO,-      Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) III Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan per 28 April 2016 memperoleh pengadaan sebesar 56 ribu ton gabah, atau sekitar 29,68% persen dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar 117 ribu ton setara beras.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Efdhal MS, saat mendampingi Tim Serapan Gabah dan Beras (Sergab) Petani dari Mabes TNI-AD, Kamis (28/4) yang dipimpin oleh Brigjend TNI Agus Heru P, di penggilangan padi  UD. Sumber Ekonomi milik Moch. Arif Wahyudin, Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro.

Ia mengakui harga gabah di tingkat petani mulai merangkak naik, hal itu dikarenakan panen tanaman padi di Bojonegoro mulai berkurang, sejak dua pekan terakhir.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, harga gabah ditingkat petani di tiga Kabupaten diwilayah kerjanya yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan saat ini berkisar Rp. 3.850-Rp. 4.100 per kilogram gabah kering panen (GKP). Harga gabah itu, di atas harga pembelian Pemerintah (HPP), yang hanya sebesar Rp 3.700 per kilogram GKP.

“Namun pengadaan tetap jalan, meski harga gabah terus merangkak naik di tiga Kabupaten itu” tambahnya menegaskan.

Dijelaskan lebih lanjut, hal itu tetap dilakukan diwilayah kerjanya. Dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kontak Tani Nelayan dan Andalan (KTNA), serta juga mendapat dukungan personel TNI dari Jajaran Kodim.

Dengan pengadaan 2 ribu ton gabah per hari di tiga wilayah Kabupaten itu, masih menurut Efdhal, masih tetap stabil. Sebab, panen tanaman padi sekarang sudah mulai berkurang, namun perolehan pengadaan tidak lagi ke gabah, tapi akan bergeser ke beras.

“Masih ada perolehan pengadaan dan kami optimis dengan itu. Sebab, gabah yang ada ditingkat petani tetap akan diproses untuk menjadi beras” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Kav Donova Pri Pamungkas, mengatakan, bahwa segenap Jajaranya terus mendukung Bulog, terlibat dalam pengadaan tersebut. Dengan mendorong petani, agar bersedia menjual gabah atau berasnya kepada Bulog.

“Setiap hari, jajaran kami akan terus memantau perolehan pengadaan oleh Bulog itu” tegasnya. [triss/ADMC 0813]

Subscribe

Terima Kasih Telah Bersinergi Bersama Kami, Ikuti Berita Kodim 0813 Bojonegoro Dengan Follow Artikel dari Web Ini.

No Responses

Tinggalkan Balasan